Sabtu, 18 Juni 2016


HAKIKAT PESAN DAKWAH

A.Pengertian Pesan Dakwah
Pesan dakwah adalah apa yang disampaikan di dalam proses kegiatan dakwah. Ada tiga dimensi yang saling terkait dengan istilah pesan dakwah. Pertama, pesan dakwah menggambarkan sejumlah kata imajinasi tentang dakwah yang diekspresikan dalam bentuk kata-kata. Kedua, pesan dakwah berkaitan dengan makna yang dipersepsi atau diterima seseorang; dan ketiga, penerimaan pesan dakwah yang dilakukan oleh madu atau objek dakwah. (Sven Windahl, melalui Abdul Basit, 2013: 140).
Adapun dakwah sebagai aktivitas internalisasi, transmisi, transformasi, dan difusi ajaran Islam, dalam prosesnya melibatkan unsur dai, pesan, metode, media, dan madu yang merupakan satu kesatuan yang saling terkait antara satu unsur dan unsur lainnya. Adapun respon, tujuan, dan dimensi ruang dan waktu merupakan sesuatu yang melekat (iltizam) proses dakwah, yaitu sesuatu yang berada di luar unsur dakwah, tetapi tidak dapat terpisahkan dari proses dakwah. (Muhiddin, 2002: 155).
B.Teori Pesan Dakwah
Teori-teori dakwah bisa dilakukan dengan mengambil teori-teori yang ada dalam ilmu komunikasi atau ilmu sosial lainnya, kemudian teori tersebut diperkuat atau dianalisis dengan menggunakan sumber-sumber Islam, seperti Al-Quran, Al-Hadits, atau dari pemikiran para cendekiawan dan ilmuan muslim (Basit, 2013: 151).
1.Teori Retorika
Retorika merupakan teknik penyampaian pesan yang paling banyak digunakan dalam dakwah Islam dan telah memiliki sejarah yang panjang. Dalam perkembangannya, retorika tidak hanya mengandalkan talenta, tetapi berkembang menjadi teori yang dapat dipelajari. Retorika menjadi seni untuk menyampaikan pesan secara efektif, khususnya seni berpidato. Bagi Aristoteles, retorika adalah seni persuasi. Suatu yang harus singkat, jelas, dan meyakinkan dengan keindahan bahasa yang disusun untuk hal-hal yang bersifat memperbaiki (corrective), memerintah (instructive), mendorong (suggestive), dan mempertahankan (defensive).
2.Teori Hermeneutika
Kajian hermeneutika bertitik tolak dari gerakan oleh orang-orang Kristen Protestan di Eropa pada tahun 1960-an yang mencoba mengkritisi isu-isu teologi yang muncul pada saat itu. Kemudian hermeneutika berkembang menjadi kajian penafsiran kitab suci terutama di Amerika. Selanjutnya, kajian tersebut dipakai oleh para orientalis dan pemikir Muslim dalam mengkaji dan mengkritisi penafsiran terhadap ayat-ayat Al-Quran.
Dalam ilmu komunikasi, teori hermeneutika merupakan bagian dari tradisi fenomenologi. Tradisi tersebut amat menekankan pada unsur penafsiran (interpretasi). Interpretasi merupakan proses aktif pikiran dan tindakan kreatif dalam mengklarifikasi pengalaman pribadi. Interpretasi dalam pandangan fenomenologi tidak bisa dipisahkan dengan realitas.
Selain membangun sikap kritis madu terhadap pesan yang disampaikan, teori hermeneutika juga bermanfaat dalam pengembangan pesan. Seorang dai hendaknya memerhatikan sejarah terbentuknya teks, gramatika bahasa dan konteks dalam memahami pesan yang bersumber dari Al-Quran maupun al-Hadis. Dengan cara tersebut diharapkan dai memiliki pemahaman yang utuh terhadap ajaran islam dan dapat menyampaikan nilai-nilai Islam sebagai pesan dakwah sesuai Dai perlu meminimalisir penyampaian pesan dakwah yang keluar dari konteks kehidupan masyarakat dan tingkatan kebutuhan madu.
3.Teori Sanad
Kajian tentang sanad ini dapat dijadikan sebagai teori pesan dakwah, khususnya dakwah antar individu. Ada beberapa prinsip dasar yang bisa diambil dari kajian sanad hadits, yaitu : Pertama, ketersambungan pesan yang disampaikan. Pesan yang kurang jelas, terlalu banyak, dan menggunakan kata-kata yang abstrak dan multitafsir merupakan sebagian dari faktor yang menyebabkan pesan dakwah tidak sambung.
Kedua, kredibilitas memberi pesan. Dalam menyampaikan hadis, kredibilitas perawi amat menentukan kualitas hadis. Demikian juga ketika teori tersebut digunakan kualitas pesan banyak ditentukan oleh kapabilitas dan pengalaman dari pemberi pesan. Pesan yang sama akan dimaknai berbeda dikarenakan perbedaan pada kapabilitas seseorang beri pesan.
Ketiga, materi yang disampaikan tidak boleh menyimpang dengan aturan yang ada. Maksudnya dalam setiap penyampaian pesan dakwah hendaknya mengacu kepada sumber ajaran Islam dan mengenali karakteristik pesan dakwa sehingga apa yang disampaikan benar-benar sesuai dengan ajaran Islam.
4.Teori Filantropi
Kata filantropi berasal dari kata philos berarti mencintai dan menyayangi dan antropo (s) berarti manusia. Jadi secara etimologi, filantropi mengandung makna mencintai atau menyayangi manusia. Dalam bahasa Inggris, filantropi mengacu pada: pertama, usaha atau kecenderungan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. Kedua, kecintaan manusia secara umum. Ketiga, sesuatu seperti kegiatan atau lembaga yang diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.
Tindakan filantropi (kedermawanan) merupakan bagian dari aktivitas dakwah bil hal. Pesan dalam dakwah bil hal berupa perbuatan nyata baik dalam bentuk keteladanan, pembangunan masyarakat (community development), penataan manajemen, maupun dalam bentuk aktivitas seni yang bernapaskan Islam.
Teori filantropi sebagai teori pesan dakwah dapat dilakukan melalui cara-cara sebagai berikut: pertama, memangun persepsi yang positif di masyarakat, tentang peran dan efek dari perilaku kedermawanan bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Kedua, mempraktikan dan memberi contoh kepada masyarakat tentang pelaksanaan filantropi yang sesuai dengan ajaran Islam. Ketiga, membentuk lembaga filantropi sebagai wadah untuk mngelola dan mendistribusikan hasil penggalangan dana secara profesional. Keempat, membuat strategi dan program yang menarik, sehingga masyarakat luas tertarik untuk berpartisipasi dalam program filantropi. Kelima, adanya kerja sama yang baik antara filantropi dengan dai dan antara lembaga filantropi, sehingga masyarakat lebih mengenal dan memahami konsep filantropi dan aplikasinya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat (Basit, 2013:161).
C.Hakikat Pesan Dakwah Qurani
Hakikat pesan dakwah, dengan merujuk pada ayat-ayat Al-Quran_sebagai kitab dakwah, dapat dijelaskan secara singkat berikut ini (Muhiddin, 2002:149).
1.Diantara wujud kebenaran hakiki (al-haq) adalah al-islam dan syariah, maka pesan dakwah adalah al-islam dan syariah, sebagaimana kebenaran hakiki yang datang dari Allah melalui Malaikat Jibril kepada para nabi-Nya, dan sampai nabi terakhir, yakni Muhammad SAW. Pesan dakwah ini dalam al-Quran disebutkan dengan tema yang beragam yang menunjukan fungsi kandungan ajaran-Nya, misalnya dalam Al-Quran surat An-Nahl ayat 125 disebut dengan sabili rabbika (jalan Tuhanmu);
2.Al-Quran menyebutkan tema Islam sebanyak 28 kali dalam bentuk kata kerja dan sebanyak 110 kali dalam bentuk kata benda, yang secara eksplisit dalam bentuk kata al-islam sebanyak 6 kali. Kedamaian, keselamatan, kesejateraan, ketundukan, dan tata aturan hidup bagi manusia, yaitu sebuah nama bagi ad-din. Adapun kata ad-din itu disebut Al-Quran sebanyak 93 kali dalam bentuk 7 bentuk kata benda dan 1 kali dalam bentuk kata kerja;
3.Sumber utama ajaran Islam sebagai pesan dakwah adalah Al-Quran itu sendiri, yang memiliki maksud spefisik, paling tidak ada sepuluh pesan Al-Quran sebagai sumber utama Islam, yaitu berikut ini:
a.Menjelaskan hakikat tiga rukun agama Islam, yaitu iman, Islam, dan ihsan, yang didakwahkan oleh para nabi dan rasul.
b.Menjelaskan segala sesuatu yang belum diketahui manusia tentang hakikat kenabian, risalah dan tugas para rasul Allah.
c.Menyempurnakan aspek psikologis manusia secara individu, kelompok, dan masyarakat.
d.Mereformasikan kehidupan sosial kemasyarakatan dan sosial polotik di atas dasar kesatuan nilai kedamaian dan keselamatan dalam agama.
e.Mengokohkan keistimewaan universalitas ajaran Islam dalam pembentukan kepribadian melalui kewajiban dan larangan.
f.Menjelaskan hukum Islam tenteng kehidupan politik negara.
g.Membimbing urusan penggunaan urusan harta.
h.Mereformasikan sistem peperangan guna mewujudkan kebaikan dan kemaslahatan manusia dan mencegah dehumanisasi.
i.Menjamin dan memberikan kedudukan yang layak bagi hak-hak kemanusiaan wanita dalam beragama dan berbudaya.
j.Membebaskan perbudakan.
4.Al-Quran menjelaskan Islam sebagai pesan dakwah memiliki karakteristik unik dan selalu masa kini, yaitu:
a.Islam sebagai agama fitrah (QS. 30:30).
b.Islam sebagai agama rasional dan pemikiran (QS. 2:164; 3:191; 30:8).
c.Islam sebagai agama ilmiah, hikmah, dan fiqhiyah (QS. 2:269; 6:35,98; 7:178; 62:2).
d.Islam sebagai agama argumentatif (hujjah) dan demonstratif (burhan) (QS. 6:83).
e.Islam sebagai agama hati (qolb), kesadaran (wijdan), dan nurani (dhamir) (QS. 50:37; 26:89).
f.Islam sebagai agama kebebasan (huriyah) dan kemerdekaan ( istiqlal) (QS. 2:256)
g.Selain yang telah dikemukakan, Islam juga sebagai agama kedamaian dan kasih sayang bagi seluruh alam (rahmatan li al-alamin).
Ali Yafie (melalui Ilaihi, 2010: 102) menyebutkan bahwa pesan materi dakwah itu terbagi menjadi lima pokok yang meliputi:
1.Masalah kehidupan
Dakwah memperkenalkan dua jenis kehidupan yaitu kehidupan bumi atau duniawi dan kehidupan akhirat yang memiliki sifat kekal abadi.
2.Masalah Manusia
Pesan dakwah yang mengenai masalah manusia ini adalah menempatkan manusia pada posisi yang mulia yang harus dilindungi secara penuh. Dalam hal ini, manusia ditempatkan pada dua status yaitu sebagai :
a.Masum, yaitu memiliki hak hidup, hak memiliki, hak berketurunan, hak berfikir sehat, dan hak untuk menganut sebuah keyakinan imani.
b.Mukhallaf, yaitu diberi kehormatan untuk menegaskan Allah swt. yang mencakup :
1)Pengenalan yang benar dan pengabdian yang tulus kepada Allah.
2)Pemeliharaan dan pengembangan dirinya dalam perilaku dan perangai yang luhur.
3)Memelihara hubungan yang baik, yang damai, dan rukun dengan lingkungannya.
3.Masalah Harta Benda
Pesan dakwah dalam bentuk ini, lebih pada penggunaan harta benda untuk kehidupan manusia dan kemaslahatan ummah. Ada hak tertentu yang harus diberikan kepada orang yang berhak untuk menerimanya.
4.Masalah Ilmu Pengetahuan
Dakwah islam sangat mengutamakan pentingnya pengembangan ilmu pengetahuan.
5.Masalah Akidah
Akidah dalam pesan utama dakwah, memiliki ciri-ciri yang membedakan dengan kepercayaan lain, yaitu:
a.Keterbukaan melalui kesaksian (syahadat). Dengan demikian seorang muslim selalu jelas identitasnya dan bersedia mengakui identitas keagamaan orang lain.
b.Cakrawala yang luas yang memperkenalkan bahwa Allah swt. adalah Tuhan alam, bukan Tuhan kelompok atau bangsa tertentu.
c.Kejelasan dan kesederhanaan. Seluruh ajaran akidah, baik soal ketuhanan, kerasulan, ataupun alam gaib sangat mudah untuk dipahami.
d.Ketuhanan antara iman dan islam atau antara iman dan amal perbuatan.
D.Simpulan
Dakwah mempunyai unsur-unsur, salah satunya yaitu pesan. Pesan dakwah mengadopsi beberapa teori yang sudah ada, yaitu teori retorika, teori hermeneutika, teori sanad, dan teori filantropi. Pesan dakwah mempunyai garis besar, yang disebut Ali Yafie lima materi pokok dakwah, yaitu masalah kehidupan, masalah manusia, masalah harta benda, masalah ilmu pengetahuan, dan masalah akidah.
DAFTAR PUSTAKA
Basit, Abdul. 2013. Filsafat Dakwah. Jakarta: Rajawali Pers.
Ilaihi, Wahyu. 2010. Komunikasi Dakwah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Muhiddin, Asep. 2002. Dakwah dalam Persektif Al-Quran. Bandung: CV Pustaka Setia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar