HAKIKAT PESAN DAKWAH
A.Pengertian Pesan Dakwah
Pesan dakwah adalah apa yang disampaikan di
dalam proses kegiatan dakwah. Ada tiga dimensi yang saling terkait dengan
istilah pesan dakwah. Pertama, pesan dakwah menggambarkan sejumlah kata
imajinasi tentang dakwah yang diekspresikan dalam bentuk kata-kata. Kedua,
pesan dakwah berkaitan dengan makna yang dipersepsi atau diterima seseorang;
dan ketiga, penerimaan pesan dakwah yang dilakukan oleh mad’u atau objek
dakwah. (Sven Windahl, melalui Abdul Basit, 2013: 140).
Adapun dakwah sebagai aktivitas
internalisasi, transmisi, transformasi, dan difusi ajaran Islam, dalam
prosesnya melibatkan unsur da’i, pesan, metode, media, dan mad’u yang merupakan satu kesatuan yang
saling terkait antara satu unsur dan unsur lainnya. Adapun respon, tujuan, dan
dimensi ruang dan waktu merupakan sesuatu yang melekat (iltizam) proses dakwah,
yaitu sesuatu yang berada di luar unsur dakwah, tetapi tidak dapat terpisahkan
dari proses dakwah. (Muhiddin, 2002: 155).
B.Teori Pesan Dakwah
Teori-teori dakwah bisa dilakukan dengan
mengambil teori-teori yang ada dalam ilmu komunikasi atau ilmu sosial lainnya,
kemudian teori tersebut diperkuat atau dianalisis dengan menggunakan
sumber-sumber Islam, seperti Al-Qur’an, Al-Hadits, atau dari pemikiran para cendekiawan dan ilmuan
muslim (Basit, 2013: 151).
1.Teori Retorika
Retorika merupakan teknik penyampaian pesan
yang paling banyak digunakan dalam dakwah Islam dan telah memiliki sejarah yang
panjang. Dalam perkembangannya, retorika tidak hanya mengandalkan talenta,
tetapi berkembang menjadi teori yang dapat dipelajari. Retorika menjadi seni
untuk menyampaikan pesan secara efektif, khususnya seni berpidato. Bagi
Aristoteles, retorika adalah seni persuasi. Suatu yang harus singkat, jelas,
dan meyakinkan dengan keindahan bahasa yang disusun untuk hal-hal yang bersifat
memperbaiki (corrective), memerintah (instructive), mendorong (suggestive), dan
mempertahankan (defensive).
2.Teori Hermeneutika
Kajian hermeneutika bertitik tolak dari
gerakan oleh orang-orang Kristen Protestan di Eropa pada tahun 1960-an yang
mencoba mengkritisi isu-isu teologi yang muncul pada saat itu. Kemudian
hermeneutika berkembang menjadi kajian penafsiran kitab suci terutama di
Amerika. Selanjutnya, kajian tersebut dipakai oleh para orientalis dan pemikir
Muslim dalam mengkaji dan mengkritisi penafsiran terhadap ayat-ayat Al-Qur’an.
Dalam ilmu komunikasi, teori hermeneutika
merupakan bagian dari tradisi fenomenologi. Tradisi tersebut amat menekankan
pada unsur penafsiran (interpretasi). Interpretasi merupakan proses aktif
pikiran dan tindakan kreatif dalam mengklarifikasi pengalaman pribadi.
Interpretasi dalam pandangan fenomenologi tidak bisa dipisahkan dengan
realitas.
Selain membangun sikap kritis mad’u terhadap
pesan yang disampaikan, teori hermeneutika juga bermanfaat dalam pengembangan
pesan. Seorang da’i hendaknya memerhatikan sejarah terbentuknya teks, gramatika bahasa
dan konteks dalam memahami pesan yang bersumber dari Al-Qur’an maupun
al-Hadis. Dengan cara tersebut diharapkan da’i memiliki pemahaman yang utuh
terhadap ajaran islam dan dapat menyampaikan nilai-nilai Islam sebagai pesan
dakwah sesuai Da’i perlu meminimalisir penyampaian pesan dakwah yang keluar dari
konteks kehidupan masyarakat dan tingkatan kebutuhan mad’u.
3.Teori Sanad
Kajian tentang sanad ini dapat dijadikan
sebagai teori pesan dakwah, khususnya dakwah antar individu. Ada beberapa
prinsip dasar yang bisa diambil dari kajian sanad hadits, yaitu : Pertama,
ketersambungan pesan yang disampaikan. Pesan yang kurang jelas, terlalu banyak,
dan menggunakan kata-kata yang abstrak dan multitafsir merupakan sebagian dari
faktor yang menyebabkan pesan dakwah tidak sambung.
Kedua, kredibilitas memberi pesan. Dalam
menyampaikan hadis, kredibilitas perawi amat menentukan kualitas hadis.
Demikian juga – ketika teori tersebut digunakan – kualitas pesan banyak ditentukan
oleh kapabilitas dan pengalaman dari pemberi pesan. Pesan yang sama akan
dimaknai berbeda dikarenakan perbedaan pada kapabilitas seseorang beri pesan.
Ketiga, materi yang disampaikan tidak boleh
menyimpang dengan aturan yang ada. Maksudnya dalam setiap penyampaian pesan
dakwah hendaknya mengacu kepada sumber ajaran Islam dan mengenali karakteristik
pesan dakwa sehingga apa yang disampaikan benar-benar sesuai dengan ajaran
Islam.
4.Teori Filantropi
Kata filantropi berasal dari kata philos
berarti mencintai dan menyayangi dan antropo (s) berarti manusia. Jadi secara
etimologi, filantropi mengandung makna mencintai atau menyayangi manusia. Dalam
bahasa Inggris, filantropi mengacu pada: pertama, usaha atau kecenderungan
untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. Kedua, kecintaan manusia secara umum.
Ketiga, sesuatu seperti kegiatan atau lembaga yang diadakan dengan tujuan untuk
meningkatkan kesejahteraan manusia.
Tindakan filantropi (kedermawanan)
merupakan bagian dari aktivitas dakwah bil hal. Pesan dalam dakwah bil hal
berupa perbuatan nyata baik dalam bentuk keteladanan, pembangunan masyarakat
(community development), penataan manajemen, maupun dalam bentuk aktivitas seni
yang bernapaskan Islam.
Teori filantropi sebagai teori pesan dakwah
dapat dilakukan melalui cara-cara sebagai berikut: pertama, memangun persepsi
yang positif di masyarakat, tentang peran dan efek dari perilaku kedermawanan
bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Kedua, mempraktikan dan memberi
contoh kepada masyarakat tentang pelaksanaan filantropi yang sesuai dengan
ajaran Islam. Ketiga, membentuk lembaga filantropi sebagai wadah untuk mngelola
dan mendistribusikan hasil penggalangan dana secara profesional. Keempat,
membuat strategi dan program yang menarik, sehingga masyarakat luas tertarik
untuk berpartisipasi dalam program filantropi. Kelima, adanya kerja sama yang
baik antara filantropi dengan dai dan antara lembaga filantropi, sehingga masyarakat
lebih mengenal dan memahami konsep filantropi dan aplikasinya dalam
meningkatkan kesejahteraan masyarakat (Basit, 2013:161).
C.Hakikat Pesan Dakwah Qur’ani
Hakikat pesan dakwah, dengan merujuk pada
ayat-ayat Al-Qur’an_sebagai kitab dakwah, dapat dijelaskan secara singkat berikut ini
(Muhiddin, 2002:149).
1.Diantara wujud kebenaran hakiki (al-haq)
adalah al-islam dan syariah, maka pesan dakwah adalah al-islam dan syariah,
sebagaimana kebenaran hakiki yang datang dari Allah melalui Malaikat Jibril kepada
para nabi-Nya, dan sampai nabi terakhir, yakni Muhammad SAW. Pesan dakwah ini
dalam al-Qur’an disebutkan dengan tema yang beragam yang menunjukan fungsi
kandungan ajaran-Nya, misalnya dalam Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 125 disebut
dengan sabili rabbika (jalan Tuhanmu);
2.Al-Qur’an menyebutkan tema Islam sebanyak
28 kali dalam bentuk kata kerja dan sebanyak 110 kali dalam bentuk kata benda,
yang secara eksplisit dalam bentuk kata al-islam sebanyak 6 kali. Kedamaian,
keselamatan, kesejateraan, ketundukan, dan tata aturan hidup bagi manusia,
yaitu sebuah nama bagi ad-din. Adapun kata ad-din itu disebut Al-Qur’an sebanyak
93 kali dalam bentuk 7 bentuk kata benda dan 1 kali dalam bentuk kata kerja;
3.Sumber utama ajaran Islam sebagai pesan
dakwah adalah Al-Qur’an itu sendiri, yang memiliki maksud spefisik, paling tidak ada
sepuluh pesan Al-Qur’an sebagai sumber utama Islam, yaitu berikut ini:
a.Menjelaskan hakikat tiga rukun agama
Islam, yaitu iman, Islam, dan ihsan, yang didakwahkan oleh para nabi dan rasul.
b.Menjelaskan segala sesuatu yang belum
diketahui manusia tentang hakikat kenabian, risalah dan tugas para rasul Allah.
c.Menyempurnakan aspek psikologis manusia
secara individu, kelompok, dan masyarakat.
d.Mereformasikan kehidupan sosial
kemasyarakatan dan sosial polotik di atas dasar kesatuan nilai kedamaian dan
keselamatan dalam agama.
e.Mengokohkan keistimewaan universalitas
ajaran Islam dalam pembentukan kepribadian melalui kewajiban dan larangan.
f.Menjelaskan hukum Islam tenteng kehidupan
politik negara.
g.Membimbing urusan penggunaan urusan
harta.
h.Mereformasikan sistem peperangan guna
mewujudkan kebaikan dan kemaslahatan manusia dan mencegah dehumanisasi.
i.Menjamin dan memberikan kedudukan yang
layak bagi hak-hak kemanusiaan wanita dalam beragama dan berbudaya.
j.Membebaskan perbudakan.
4.Al-Qur’an menjelaskan Islam sebagai pesan
dakwah memiliki karakteristik unik dan selalu masa kini, yaitu:
a.Islam sebagai agama fitrah (QS. 30:30).
b.Islam sebagai agama rasional dan
pemikiran (QS. 2:164; 3:191; 30:8).
c.Islam sebagai agama ilmiah, hikmah, dan
fiqhiyah (QS. 2:269; 6:35,98; 7:178; 62:2).
d.Islam sebagai agama argumentatif (hujjah)
dan demonstratif (burhan) (QS. 6:83).
e.Islam sebagai agama hati (qolb),
kesadaran (wijdan), dan nurani (dhamir) (QS. 50:37; 26:89).
f.Islam sebagai agama kebebasan (huriyah)
dan kemerdekaan ( istiqlal) (QS. 2:256)
g.Selain yang telah dikemukakan, Islam juga
sebagai agama kedamaian dan kasih sayang bagi seluruh alam (rahmatan li
al-alamin).
Ali Yafie (melalui Ilaihi, 2010: 102)
menyebutkan bahwa pesan materi dakwah itu terbagi menjadi lima pokok yang
meliputi:
1.Masalah kehidupan
Dakwah memperkenalkan dua jenis kehidupan
yaitu kehidupan bumi atau duniawi dan kehidupan akhirat yang memiliki sifat
kekal abadi.
2.Masalah Manusia
Pesan dakwah yang mengenai masalah manusia
ini adalah menempatkan manusia pada posisi yang “mulia” yang harus dilindungi secara
penuh. Dalam hal ini, manusia ditempatkan pada dua status yaitu sebagai :
a.Ma’sum, yaitu memiliki hak hidup, hak
memiliki, hak berketurunan, hak berfikir sehat, dan hak untuk menganut sebuah
keyakinan imani.
b.Mukhallaf, yaitu diberi kehormatan untuk
menegaskan Allah swt. yang mencakup :
1)Pengenalan yang benar dan pengabdian yang
tulus kepada Allah.
2)Pemeliharaan dan pengembangan dirinya
dalam perilaku dan perangai yang luhur.
3)Memelihara hubungan yang baik, yang
damai, dan rukun dengan lingkungannya.
3.Masalah Harta Benda
Pesan dakwah dalam bentuk ini, lebih pada
penggunaan harta benda untuk kehidupan manusia dan kemaslahatan ummah. Ada hak
tertentu yang harus diberikan kepada orang yang berhak untuk menerimanya.
4.Masalah Ilmu Pengetahuan
Dakwah islam sangat mengutamakan pentingnya
pengembangan ilmu pengetahuan.
5.Masalah Akidah
Akidah dalam pesan utama dakwah, memiliki
ciri-ciri yang membedakan dengan kepercayaan lain, yaitu:
a.Keterbukaan melalui kesaksian (syahadat).
Dengan demikian seorang muslim selalu jelas identitasnya dan bersedia mengakui
identitas keagamaan orang lain.
b.Cakrawala yang luas yang memperkenalkan
bahwa Allah swt. adalah Tuhan alam, bukan Tuhan kelompok atau bangsa tertentu.
c.Kejelasan dan kesederhanaan. Seluruh
ajaran akidah, baik soal ketuhanan, kerasulan, ataupun alam gaib sangat mudah
untuk dipahami.
d.Ketuhanan antara iman dan islam atau
antara iman dan amal perbuatan.
D.Simpulan
Dakwah mempunyai unsur-unsur, salah satunya
yaitu pesan. Pesan dakwah mengadopsi beberapa teori yang sudah ada, yaitu teori
retorika, teori hermeneutika, teori sanad, dan teori filantropi. Pesan dakwah
mempunyai garis besar, yang disebut Ali Yafie lima materi pokok dakwah, yaitu
masalah kehidupan, masalah manusia, masalah harta benda, masalah ilmu
pengetahuan, dan masalah akidah.
DAFTAR PUSTAKA
Basit, Abdul. 2013. Filsafat Dakwah.
Jakarta: Rajawali Pers.
Ilaihi, Wahyu. 2010. Komunikasi Dakwah.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Muhiddin, Asep. 2002. Dakwah dalam
Persektif Al-Qur’an. Bandung: CV Pustaka Setia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar