Sabtu, 18 Juni 2016

Nama                          : khaidir
Semester/ unit            : VI/ I
Fakultas/Jurusan      : FUAD/ KPI

Resume Skipsi 01 (Satu)

Nama : Mutiara lestari, Tempat Tanggal Lahir : Langsa 23 Agustus 1993, NIM : 211001314, Judul Sekripsi “Pesan Dakwah Pada Film Dalam Mihrab Cinta (Studi Wacana Film)”, angkatan tahun 2014.
Ajaran Islam adalah konsepsi yang sempurna, karena ia meliputi segala aspek kehidupan manusia, baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi. Salah satu aktivitas keagamaan yang secara langsung digunakan untuk mensosialisasikan ajaran Islam bagi penganutnya dan umat manusia pada umumnya adalah aktivitas dakwah.
Aktivitas ini dilakukan baik lisan, tulisan, maupun perbuatan nyata. Adapun dalam era modern ini manusia mengalami krisis nilai-nilai insani, karena manusia tidak sanggup mengantisipasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menyebabkan timbulnya perubahan-perubahan sosial keagamaan, termasuk perubahan tradisional kepada modern.
Maka dari itu berbagai macam media yang digunakan agar pesan dakwah dapat dengan mudah diterima oleh mad’unya. Dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang semakin canggih, mengharuskan para da’i atau umat Islam itu sendiri berfikir cerdas dalam memanfaatkan kecanggihan teknologi sebagai media dalam menyampaikan dakwah tersebut agar pesan dakwah yang disampaikan lebih mudah diterima, salah satu media yang dapat dijadikan sebagai media dakwah adalah media film.
 Hal ini yang dilakukan oleh sutradara Habiburrahman El Shirazy sekaligus sebagai penulis skenario dalam film Dalam Mihrab Cinta yang dikenal dengan panggilan kang Abik. Film garapannya itu diangkat dari novel fenomenal “Dalam Mihrab Cinta” karangannya sendiri. Film ini adalah film yang ditulis dengan pesan yang memberikan makna Islami dalam kehiupan sehari-hari.
Adapun hal yang diangkat pada film ini adalah pesan dakwah yang terkandung didalamnya melalui analisis wacana Teun a Van dijk. Selain itu metode dakwah yang digunakan pada film Dalam Mihrab Cinta juga menjadi bahan analisis bagi peneliti. Metodologi penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu model analisis wacana Teun a Van Dijk dengan pendekatan kualitatif.
Dari analisis ini  memperoleh kesimpulan bahwa pesan dakwah yang terkandung pada film Dalam Mihrab Cinta adalah tentang kesabaran, ketegaran, memperjuangkan kebenaran hidup, tentang bertobat, keikhlasan memaafkan dan harus menghindari perbuatan keji seperti fitnah karena dampaknya sangat buruk dan dapat menyengsarakan orang lain. Sedangkan metode dakwah yang digunakan pada film ini adalah metode dakwah bi al-hikmah, al-mau’idza al-hasana, dan almujadalah.

Resume Skipsi 2 (Dua)

Nama : Subarjo, Tempat Tanggal Lahir : Tangerang, 23 Maret 1977, NIM : 211001390, Judul Sekripsi “Nilai Feminisme Dalam Film Ketika Cinta Bertasbihangkatan tahun 2013.
Film adalah salah satu media dalam komunikasi massa yang memiliki pengaruh besar terhadap audiens. Sebagai media film tidak dapat netral terhadap pesan yang disampaikan, ada muatan kepentingan dari pihak pembuatnya. Citra perempuan dalam film sering kali berada pada posisi subordinat, berada posisi yang tidak menguntungkan, seringkali mereka dicitrakan dengan hal yang bersifat negatif. Berwatak cengeng atau pun mengumbar keindahan tubuhnya demi menarik audiens.
Film Ketika Cinta Bertasbih adalah sebuah film yang diakui sebagai film Islam pertama di Indonesia yang ditangani oleh sutradara yang terkenal dengan nuansa Islamnya. Sebagai film yang booming bukan saja di dalam negeri tetapi juga di luar negeri seperti Malaysia, Hongkong dan juga Australia menjadikan film ini menarik untuk dikaji lebih dalam terlebih mengenai perempuan yang dicitrakan dan feminisme yang ada dalam film ini.
Permasalahan yang  diteliti  adalah bagaimana citra perempuan dan pesan feminisme dalam film Ketika Cinta Bertasbih. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan scene/adegan film sebagai sumber data yang digunakan, kemudian dianalisa menggunakan analisa wacana terhadap data yang diperoleh. Film ini menempatkan perempuan dalam bingkai yang sangat menyejukkan, dimana mereka tampil dengan citra yang baik. Perempuan harus memiliki pendidikan yang tinggi dan berprestasi apapun alasannya, sebagaimana Ayatul Husna yang tetap lulus S1 psikologi dan penulis satra yang terkenal walaupun anak yatim. Perempuan yang baik harus dapat menutup auratnya, bukan sekedar memakai jilbab tetapi juga dalam tingkah laku sehari-hari.
Perempuan dalam film ini tidak digambarkan sebagai sosok yang lemah dan tergantung laki-laki (suami). Bu Malikatun bekerja sebagai buruh batik untuk memperoleh penghasilan, begitu juga Bu Nyai yang juga mengajar ngaji bagi ibu-ibu. Berkaitan dengan pesan feminisme yang disampaikan film ini menggugah kesadaran perempuan bahwa perempuan memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki sesuai dengan fitrahnya sebagai perempuan. Dalam rumah tangga kedudukan perempuan adalah partner sebagaimana yang ditunjukkan Anna, juga perempuan berhak menuntut cerai jika suami tidak dapat lagi menjadi partner dalam menuju keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah sebagai mana yang dikehendaki dalam Islam.

Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian skipsi adalah film Ketika Cinta Bertasbih menjauhi citra yang negatif tentang perempuan dan menempatkan perempuan dalam posisi yang sejajar dengan laki-laki sesuai dengan kedudukan dan fungsinya. Film ini tidak setuju dengan segala hal yang merendahkan posisi perempuan hanya karena dia perempuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar