Nama : khaidir
Semester/ unit : VI/ I
Fakultas/Jurusan : FUAD/ KPI
Resume Skipsi
01 (Satu)
Nama : Mutiara lestari, Tempat
Tanggal Lahir : Langsa 23 Agustus 1993, NIM : 211001314, Judul Sekripsi
“Pesan Dakwah Pada Film Dalam Mihrab Cinta (Studi Wacana Film)”,
angkatan tahun 2014.
Ajaran Islam adalah konsepsi yang
sempurna, karena ia meliputi segala aspek kehidupan manusia, baik yang bersifat
duniawi maupun ukhrawi. Salah satu aktivitas keagamaan yang secara langsung
digunakan untuk mensosialisasikan ajaran Islam bagi penganutnya dan umat
manusia pada umumnya adalah aktivitas dakwah.
Aktivitas ini dilakukan baik lisan,
tulisan, maupun perbuatan nyata. Adapun dalam era modern ini manusia mengalami
krisis nilai-nilai insani, karena manusia tidak sanggup mengantisipasi kemajuan
ilmu pengetahuan dan teknologi yang menyebabkan timbulnya perubahan-perubahan
sosial keagamaan, termasuk perubahan tradisional kepada modern.
Maka dari itu berbagai macam media
yang digunakan agar pesan dakwah dapat dengan mudah diterima oleh mad’unya.
Dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang semakin canggih,
mengharuskan para da’i atau umat Islam itu sendiri berfikir cerdas dalam
memanfaatkan kecanggihan teknologi sebagai media dalam menyampaikan dakwah
tersebut agar pesan dakwah yang disampaikan lebih mudah diterima, salah satu
media yang dapat dijadikan sebagai media dakwah adalah media film.
Hal ini yang dilakukan oleh sutradara
Habiburrahman El Shirazy sekaligus sebagai penulis skenario dalam film Dalam
Mihrab Cinta yang dikenal dengan panggilan kang Abik. Film garapannya itu
diangkat dari novel fenomenal “Dalam Mihrab Cinta” karangannya sendiri. Film
ini adalah film yang ditulis dengan pesan yang memberikan makna Islami dalam
kehiupan sehari-hari.
Adapun hal yang diangkat pada film
ini adalah pesan dakwah yang terkandung didalamnya melalui analisis wacana Teun
a Van dijk. Selain itu metode dakwah yang digunakan pada film Dalam Mihrab
Cinta juga menjadi bahan analisis bagi peneliti. Metodologi penelitian yang digunakan
pada penelitian ini yaitu model analisis wacana Teun a Van Dijk dengan
pendekatan kualitatif.
Dari analisis ini memperoleh kesimpulan bahwa pesan dakwah yang terkandung
pada film Dalam Mihrab Cinta adalah tentang kesabaran, ketegaran, memperjuangkan
kebenaran hidup, tentang bertobat, keikhlasan memaafkan dan harus menghindari
perbuatan keji seperti fitnah karena dampaknya sangat buruk dan dapat
menyengsarakan orang lain. Sedangkan metode dakwah yang digunakan pada film ini
adalah metode dakwah bi al-hikmah, al-mau’idza al-hasana, dan almujadalah.
Resume Skipsi 2
(Dua)
Nama : Subarjo, Tempat Tanggal Lahir
: Tangerang,
23 Maret 1977, NIM : 211001390, Judul Sekripsi
“Nilai
Feminisme Dalam Film Ketika Cinta Bertasbih” angkatan tahun
2013.
Film adalah salah satu media dalam komunikasi massa
yang memiliki pengaruh besar terhadap audiens. Sebagai media film tidak dapat
netral terhadap pesan yang disampaikan, ada muatan kepentingan dari pihak
pembuatnya. Citra perempuan dalam film sering kali berada pada posisi
subordinat, berada posisi yang tidak menguntungkan, seringkali mereka
dicitrakan dengan hal yang bersifat negatif. Berwatak cengeng atau pun
mengumbar keindahan tubuhnya demi menarik audiens.
Film Ketika Cinta Bertasbih adalah sebuah film yang
diakui sebagai film Islam pertama di Indonesia yang ditangani oleh sutradara
yang terkenal dengan nuansa Islamnya. Sebagai film yang booming bukan saja di
dalam negeri tetapi juga di luar negeri seperti Malaysia, Hongkong dan juga
Australia menjadikan film ini menarik untuk dikaji lebih dalam terlebih
mengenai perempuan yang dicitrakan dan feminisme yang ada dalam film ini.
Permasalahan yang
diteliti adalah bagaimana citra
perempuan dan pesan feminisme dalam film Ketika Cinta Bertasbih. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan scene/adegan film sebagai
sumber data yang digunakan, kemudian dianalisa menggunakan analisa wacana
terhadap data yang diperoleh. Film ini menempatkan perempuan dalam bingkai yang
sangat menyejukkan, dimana mereka tampil dengan citra yang baik. Perempuan
harus memiliki pendidikan yang tinggi dan berprestasi apapun alasannya,
sebagaimana Ayatul Husna yang tetap lulus S1 psikologi dan penulis satra yang
terkenal walaupun anak yatim. Perempuan yang baik harus dapat menutup auratnya,
bukan sekedar memakai jilbab tetapi juga dalam tingkah laku sehari-hari.
Perempuan dalam film ini tidak digambarkan sebagai
sosok yang lemah dan tergantung laki-laki (suami). Bu Malikatun bekerja sebagai
buruh batik untuk memperoleh penghasilan, begitu juga Bu Nyai yang juga
mengajar ngaji bagi ibu-ibu. Berkaitan dengan pesan feminisme yang disampaikan
film ini menggugah kesadaran perempuan bahwa perempuan memiliki hak dan
kewajiban yang sama dengan laki-laki sesuai dengan fitrahnya sebagai perempuan.
Dalam rumah tangga kedudukan perempuan adalah partner sebagaimana yang
ditunjukkan Anna, juga perempuan berhak menuntut cerai jika suami tidak dapat
lagi menjadi partner dalam menuju keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah sebagai
mana yang dikehendaki dalam Islam.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian skipsi
adalah film Ketika Cinta Bertasbih menjauhi citra yang negatif tentang
perempuan dan menempatkan perempuan dalam posisi yang sejajar dengan laki-laki
sesuai dengan kedudukan dan fungsinya. Film ini tidak setuju dengan segala hal
yang merendahkan posisi perempuan hanya karena dia perempuan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar